annyong :D ini adalah cerita fiksi ku yang kedua. Tapi, ini masih belum selesai. So, silakan dibaca :)
Musim semi. Ya, hari ini adalah
awal dari datangnya musim semi di Seoul. Langit terlihat sangat cerah. Pohon –
pohon terlihat banyak yang mulai tumbuh lagi. Ini menambah keindahan pagi di kota
yang terkenal dengan Kpop. Burung-burung terlihat mulai sibuk terbang mencari
makan. Begitu pula dengan para penduduk. Para penduduk sibuk di rumahnya
masing-masing. Menyiapkan ini, itu untuk mengawali musim semi yang indah. Salah
satunya sebuah rumah mewah dan indah yang terletak di sudut jalan. Penghuni
rumah itu tampak sangat sibuk. Entah, apa yang Hong Jun Soo dan keluarga
lakukan, namun sepertinya mereka sedang menyiapkan sebuah pesta. Pesta? Ya,
pesta kecil untuk menyambut anak kedua mereka, yang merupakan putri pertama
sekaligus satu-satunya. Direktur Hong Jun Soo dan istrinya hanya dikaruniai dua
orang anak. Anak pertamanya, Hong Gyu Won, yang kini berusia sekitar 30 tahun.
Sedangkan, anak keduanya, Hong Gyu Ri, baru saja menyelesaikan sekolah di
London. Mereka sangat menyayangi keduanya.
Sang ibu tampak sangat antusias
untuk menyiapkan pesta menyambut anak kesayangannya. Tak henti-hentinya sang
ibu memberi komando pada beberapa pelayannya untuk tidak melakukan kesalahan
dalam menyiapkan pesta. Sang ayah hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia
menganggap bahwa istrinya terlalu berlebihan.
“Aku tidak mau kalian membuat
kesalahan, meskipun hanya kecil. Kalian mengerti!” Kata nyonya Hong memberi
komando pada para pelayan.
“Sudahlah, kau duduk saja. Kau
jangan berlebihan seperti itu. Mereka pasti melakukan yang terbaik.” Kata
direktur Hong menenangkan istrinya.
“Iya, aku tahu. Tapi ini kan
hari special.” Balas Ny. Hong dengan tersenyum pada suaminya.
“Apa benar, anak itu akan pulang
hari ini?” Tanya Gyu Won yang baru keluar dari kamarnya.
“Anak itu? Hey Gyu Won, dia itu
adikmu.” Balas Ny. Hong kesal.
“Iya, adikmu akan pulang hari
ini.” Jawab direktur Hong.
“Benarkah? Hemm, aku tidak yakin
dia akan benar-benar pulang hari ini. Dia kan selalu saja menipu kita.” Balas
Gyu Won
Kali ini Ny. Hong benar-benar
kesal. Ia memukul anak sulungnya itu. “Kau ini! Kenapa kau selalu menilai
adikmu seperti itu? Gyu Ri itu adikmu satu-satunya. Apa kau tidak bisa
menyayangi adikmu itu?” Kata Ny. Hong.
“Tapi itu kenyataannya Bu,”
balas Gyu Won membela diri. “Sudah berkali-kali dia mengatakan kalau akan
pulang. Dan, sudah berkali-kali juga ibu menyiapkan pesta untuk menyambutnya.
Tapi nyatanya, anak itu tidak jadi pulang dengan berbagai macam alasan.
Seharusnya ibu tidak perlu menyiapkan pesta yang hanya akan menghamburkan
uang.” Katanya.
“Gyu Won!” balas Ny. Hong dengan
sedikit membentak.
“Sudahlah. Ibumu ini memang
sangat mencintai adikmu. Tapi kali ini, dia benar-benar akan pulang. Ayah yakin
itu.” kata direktur Hong membenarkan istrinya.
Ny. Hong seolah mendapat angin. Ia
tersenyum mendengar pembelaan suaminya. “Kau sudah dengar, kan. Sekarang
bersiap-siaplah untuk menyambut adikmu yang paling cantik.” Kata Ny. Hong pada
Gyu Won dengan tersenyum lebar.
“Huh. Ibu memang selalu pilih
kasih. Ibu memang terlalu memanjakannya. ” Kata Gyu Won mendengus kesal.
“Hey, dulu waktu kau datang dari
Paris, ibu juga menyiapkan pesta untukmu.” Balas Ny. Hong
“Iya, tapi tidak berlebihan
seperti ini.” Balas Gyu Won
“Sudahlah, jangan iri begitu
pada adikmu.” Balas Ny. Hong dengan mengelus pipi putranya. “Sekarang, ganti
baju dan jemputlah dia.” Lanjutnya.
“Apa? Menjemputnya? Aku tidak
mau.” Tegas Gyu Won.
“Tidak perlu. Tae Min akan
menjemputnya sendiri.” Kata Direktur Hong
“Baguslah. Itu akan lebih baik
bagi sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.” Balas Gyu Won.
¨¨¨¨¨¨¨
Jung Tae Min adalah pria berusia 25
tahun yang juga merupakan kekasih Hong Gyu Ri. Sudah 8 tahun mereka menjalin
hubungan sebagai sepasang kekasih. Saat itu, Tae Min adalah kakak kelas Gyu Ri
di Sekolah Menengah Atas. Dan sekarang, ia adalah seorang pengusaha muda yang
sukses. Sejak berumur 22 tahun, ia telah menjadi seorang manajer sebuah
perusahaan di korea. Karir cemerlangnya ini, tidak terlepas dari peran sang
ayah. Yaitu Jung Il Hwa, seorang direktur di perusahaan yang sama. Selain karir
yang cemerlang, ia juga memiliki wajah yang tampan. Tidak sedikit wanita yang
tergila-gila karena ketampanannya. Sosoknya yang tegas dan lembut, membuatnya
semakin di”gilai” wanita. Namun, ia telah melabuhkan hatinya pada gadis berusia
24 tahun, Hong Gyu Ri.
Hari ini, Tae Min menjemput Gyu Ri
yang akan pulang dari studinya di London. Sama seperti kedua orang tua Gyu Ri,
Tae Min nampak sangat antusias menanti kedatangan kekasihnya itu. Padahal musim
dingin tahun lalu, baru saja ia pergi ke London untuk menemui kekasihnya.
“Iya ayah, aku sudah sampai di
bandara.” Tae Min berjalan terburu-buru memasuki bandara sambil menjawab
telepon dari calo; “Bukankah musim dingin yang
lalu, kau baru saja merubah warna rambutmu?” Tae Min bertanya lagi. Kali ini ia
sudah menjalankan mobilnya.
“Kau tahu kan, aku ini orangnya
cepat merasa bosan.” Jawabnya dengan polos.
“Lalu, apa kau tidak bosan
padaku?” Tae Min menggoda Gyu Ri.
“Ah, kalau itu berbeda. Aku
tidak akan pernah bosan kalau bersamamu.” Balas Gyu Ri sambil mencubit pipi
kekasihnya.
Tae Min tersenyum hangat pada
kekasihnya. Entah mengapa, tapi ia merasa sangat senang mendengar jawaban Gyu
Ri.
&in memberikan bunga sambil
tersenyum.
Gyu Ri mengambil bunga itu dan
berdiri. “Wah, bunga ini bagus sekali. Hemm, baunya sangat harum.” Kata Gyu Ri
sambil mencium harum bunga dan tersenyum pada Tae Min.
“Tentu saja sangat bagus. Aku
sibuk memilih-milih bunga itu, sampai-sampai aku harus terlambat menjemput
seorang gadis cantik.” Balas Tae Min.
“Jadi kau terlambat karena
membelikanku bunga ini?” Tanya Gyu Ri
Tae Min hanya mengangguk.
“Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi
jangan pernah ulangi lagi!” Balas Gyu Ri.
Tae Min memeluk pundak Gyu Ri. Lalu keduanya
keluar dari bandara dan berjalan menuju mobil.
“Silahkan masuk.” Kata Tae Min
sambil membukakan pintu mobil untuk Gyu Ri.
“Terima kasih,” balas Gyu Ri
dengan tersenyum.
“Tunggu, kau mewarnai rambutmu
lagi?” Tanya Tae Min yang bersiap – siap menjalankan mobil.
Dengan santai Gyu Ri menjawab,
“Iya. Kau suka kan?”
“Bukankah musim dingin yang
lalu, kau baru saja merubah warna rambutmu?” Tae Min bertanya lagi. Kali ini ia
sudah menjalankan mobilnya.
“Kau tahu kan, aku ini orangnya
cepat merasa bosan.” Jawabnya dengan polos.
“Lalu, apa kau tidak bosan
padaku?” Tae Min menggoda Gyu Ri.
“Ah, kalau itu berbeda. Aku
tidak akan pernah bosan kalau bersamamu.” Balas Gyu Ri sambil mencubit pipi
kekasihnya.
Tae Min tersenyum hangat pada
kekasihnya. Entah mengapa, tapi ia merasa sangat senang mendengar jawaban Gyu
Ri.
“Kau tahu, ibumu tidak tidur
hanya karena menyiapkan pesta untukmu.” Kata Tae Min.
“Hemm, ibuku itu memang
berlebihan,” balas Gyu Ri, “Waktu aku pulang dari studi wisata saja, ibu juga
menyiapkan pesta untukku.” Lanjutnya.
“Itu karena ibumu sangat
menyayangimu.” Balas Tae Min.
“Iya, ibuku itu memang ibu
terbaik di seluruh dunia.” Balas Gyu Ri sambil tersenyum bangga pada Tae Min.
¨¨¨¨¨¨¨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar