Rabu, 22 Agustus 2012

second story


annyong :D ini adalah cerita fiksi ku yang kedua. Tapi, ini masih belum selesai. So, silakan dibaca :)
        
   Musim semi. Ya, hari ini adalah awal dari datangnya musim semi di Seoul. Langit terlihat sangat cerah. Pohon – pohon terlihat banyak yang mulai tumbuh lagi. Ini menambah keindahan pagi di kota yang terkenal dengan Kpop. Burung-burung terlihat mulai sibuk terbang mencari makan. Begitu pula dengan para penduduk. Para penduduk sibuk di rumahnya masing-masing. Menyiapkan ini, itu untuk mengawali musim semi yang indah. Salah satunya sebuah rumah mewah dan indah yang terletak di sudut jalan. Penghuni rumah itu tampak sangat sibuk. Entah, apa yang Hong Jun Soo dan keluarga lakukan, namun sepertinya mereka sedang menyiapkan sebuah pesta. Pesta? Ya, pesta kecil untuk menyambut anak kedua mereka, yang merupakan putri pertama sekaligus satu-satunya. Direktur Hong Jun Soo dan istrinya hanya dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya, Hong Gyu Won, yang kini berusia sekitar 30 tahun. Sedangkan, anak keduanya, Hong Gyu Ri, baru saja menyelesaikan sekolah di London. Mereka sangat menyayangi keduanya.
             Sang ibu tampak sangat antusias untuk menyiapkan pesta menyambut anak kesayangannya. Tak henti-hentinya sang ibu memberi komando pada beberapa pelayannya untuk tidak melakukan kesalahan dalam menyiapkan pesta. Sang ayah hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia menganggap bahwa istrinya terlalu berlebihan.
                “Aku tidak mau kalian membuat kesalahan, meskipun hanya kecil. Kalian mengerti!” Kata nyonya Hong memberi komando pada para pelayan.
                “Sudahlah, kau duduk saja. Kau jangan berlebihan seperti itu. Mereka pasti melakukan yang terbaik.” Kata direktur Hong menenangkan istrinya.    
                “Iya, aku tahu. Tapi ini kan hari special.” Balas Ny. Hong dengan tersenyum pada suaminya.
                “Apa benar, anak itu akan pulang hari ini?” Tanya Gyu Won yang baru keluar dari kamarnya.
                “Anak itu? Hey Gyu Won, dia itu adikmu.” Balas Ny. Hong kesal.
                “Iya, adikmu akan pulang hari ini.” Jawab direktur Hong.
                “Benarkah? Hemm, aku tidak yakin dia akan benar-benar pulang hari ini. Dia kan selalu saja menipu kita.” Balas Gyu Won
             Kali ini Ny. Hong benar-benar kesal. Ia memukul anak sulungnya itu. “Kau ini! Kenapa kau selalu menilai adikmu seperti itu? Gyu Ri itu adikmu satu-satunya. Apa kau tidak bisa menyayangi adikmu itu?” Kata Ny. Hong.
                “Tapi itu kenyataannya Bu,” balas Gyu Won membela diri. “Sudah berkali-kali dia mengatakan kalau akan pulang. Dan, sudah berkali-kali juga ibu menyiapkan pesta untuk menyambutnya. Tapi nyatanya, anak itu tidak jadi pulang dengan berbagai macam alasan. Seharusnya ibu tidak perlu menyiapkan pesta yang hanya akan menghamburkan uang.” Katanya.
                “Gyu Won!” balas Ny. Hong dengan sedikit membentak.
                “Sudahlah. Ibumu ini memang sangat mencintai adikmu. Tapi kali ini, dia benar-benar akan pulang. Ayah yakin itu.” kata direktur Hong membenarkan istrinya.
             Ny. Hong seolah mendapat angin. Ia tersenyum mendengar pembelaan suaminya. “Kau sudah dengar, kan. Sekarang bersiap-siaplah untuk menyambut adikmu yang paling cantik.” Kata Ny. Hong pada Gyu Won dengan tersenyum lebar.
                “Huh. Ibu memang selalu pilih kasih. Ibu memang terlalu memanjakannya. ” Kata Gyu Won mendengus kesal.
                “Hey, dulu waktu kau datang dari Paris, ibu juga menyiapkan pesta untukmu.” Balas Ny. Hong
                “Iya, tapi tidak berlebihan seperti ini.” Balas Gyu Won
                “Sudahlah, jangan iri begitu pada adikmu.” Balas Ny. Hong dengan mengelus pipi putranya. “Sekarang, ganti baju dan jemputlah dia.” Lanjutnya.
                “Apa? Menjemputnya? Aku tidak mau.” Tegas Gyu Won.
                “Tidak perlu. Tae Min akan menjemputnya sendiri.” Kata Direktur Hong
                “Baguslah. Itu akan lebih baik bagi sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.” Balas Gyu Won.
¨¨¨¨¨¨¨
             Jung Tae Min adalah pria berusia 25 tahun yang juga merupakan kekasih Hong Gyu Ri. Sudah 8 tahun mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Saat itu, Tae Min adalah kakak kelas Gyu Ri di Sekolah Menengah Atas. Dan sekarang, ia adalah seorang pengusaha muda yang sukses. Sejak berumur 22 tahun, ia telah menjadi seorang manajer sebuah perusahaan di korea. Karir cemerlangnya ini, tidak terlepas dari peran sang ayah. Yaitu Jung Il Hwa, seorang direktur di perusahaan yang sama. Selain karir yang cemerlang, ia juga memiliki wajah yang tampan. Tidak sedikit wanita yang tergila-gila karena ketampanannya. Sosoknya yang tegas dan lembut, membuatnya semakin di”gilai” wanita. Namun, ia telah melabuhkan hatinya pada gadis berusia 24 tahun, Hong Gyu Ri.
             Hari ini, Tae Min menjemput Gyu Ri yang akan pulang dari studinya di London. Sama seperti kedua orang tua Gyu Ri, Tae Min nampak sangat antusias menanti kedatangan kekasihnya itu. Padahal musim dingin tahun lalu, baru saja ia pergi ke London untuk menemui kekasihnya.
                “Iya ayah, aku sudah sampai di bandara.” Tae Min berjalan terburu-buru memasuki bandara sambil menjawab telepon dari calo;            “Bukankah musim dingin yang lalu, kau baru saja merubah warna rambutmu?” Tae Min bertanya lagi. Kali ini ia sudah menjalankan mobilnya.
                “Kau tahu kan, aku ini orangnya cepat merasa bosan.” Jawabnya dengan polos.
                “Lalu, apa kau tidak bosan padaku?” Tae Min menggoda Gyu Ri.
                “Ah, kalau itu berbeda. Aku tidak akan pernah bosan kalau bersamamu.” Balas Gyu Ri sambil mencubit pipi kekasihnya.
             Tae Min tersenyum hangat pada kekasihnya. Entah mengapa, tapi ia merasa sangat senang mendengar jawaban Gyu Ri.
&in memberikan bunga sambil tersenyum.
             Gyu Ri mengambil bunga itu dan berdiri. “Wah, bunga ini bagus sekali. Hemm, baunya sangat harum.” Kata Gyu Ri sambil mencium harum bunga dan tersenyum pada Tae Min.
                “Tentu saja sangat bagus. Aku sibuk memilih-milih bunga itu, sampai-sampai aku harus terlambat menjemput seorang gadis cantik.” Balas Tae Min.
                “Jadi kau terlambat karena membelikanku bunga ini?” Tanya Gyu Ri
             Tae Min hanya mengangguk.
                “Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi jangan pernah ulangi lagi!” Balas Gyu Ri.
              Tae Min memeluk pundak Gyu Ri. Lalu keduanya keluar dari bandara dan berjalan menuju mobil.
                “Silahkan masuk.” Kata Tae Min sambil membukakan pintu mobil untuk Gyu Ri.
                “Terima kasih,” balas Gyu Ri dengan tersenyum.
                “Tunggu, kau mewarnai rambutmu lagi?” Tanya Tae Min yang bersiap – siap menjalankan mobil.
             Dengan santai Gyu Ri menjawab, “Iya. Kau suka kan?”
                “Bukankah musim dingin yang lalu, kau baru saja merubah warna rambutmu?” Tae Min bertanya lagi. Kali ini ia sudah menjalankan mobilnya.
                “Kau tahu kan, aku ini orangnya cepat merasa bosan.” Jawabnya dengan polos.
                “Lalu, apa kau tidak bosan padaku?” Tae Min menggoda Gyu Ri.
                “Ah, kalau itu berbeda. Aku tidak akan pernah bosan kalau bersamamu.” Balas Gyu Ri sambil mencubit pipi kekasihnya.
             Tae Min tersenyum hangat pada kekasihnya. Entah mengapa, tapi ia merasa sangat senang mendengar jawaban Gyu Ri.
                “Kau tahu, ibumu tidak tidur hanya karena menyiapkan pesta untukmu.” Kata Tae Min.
                “Hemm, ibuku itu memang berlebihan,” balas Gyu Ri, “Waktu aku pulang dari studi wisata saja, ibu juga menyiapkan pesta untukku.” Lanjutnya.
                “Itu karena ibumu sangat menyayangimu.” Balas Tae Min.
                “Iya, ibuku itu memang ibu terbaik di seluruh dunia.” Balas Gyu Ri sambil tersenyum bangga pada Tae Min.
¨¨¨¨¨¨¨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar