Sabtu, 18 Mei 2013

second story : part 2


ini adalah lanjutan dari 'second story'.

“Aduh, kenapa Tae Min lama sekali?” kata ibu cemas sambil melihat jam dinding.
            “Sudahlah Bu. Ibu jangan berlebihan.” Balas Gyu Won.
          Kali ini ayah mencoba menenangkan ibu. “Istriku, tenanglah. Jarak bandara dengan rumah kita kan memang agak jauh. Jadi jelas saja perjalanan mereka cukup lama.”
          Lima menit kemudian, bel rumah berbunyi. Dengan antusias ibu berlari ke luar untuk membuka pintu. “Itu pasti Gyu Ri,” katanya.
          Setelah membuka pintu, ibu tampak kecewa. “Huh, aku pikir Gyu Ri yang datang. Ternyata kau,” kata ibu dengan nada kecewa.
            “Kenapa Bi? Apa Bibi tidak suka aku datang?” kata seorang gadis yang berdiri di luar pintu.
          Tiba-tiba Gyu Won berdiri di samping ibu. “Oh, ternyata kau Seul Ri. Masuklah!” kata Gyu Won.
          Min Seul Ri adalah sepupuku Gyu Ri. Ayah Seul Ri adalah adik dari ibu Gyu Ri. Semasa kecil, Seul Ri dan Gyu Ri sangat akrab. Mereka lahir di tahun yang sama, tapi di bulan yang berbeda. Seul Ri lahir terlebih dahulu, dua bulan kemudian ibu Gyu Ri melahirkan. Meskipun hanya selisih dua bulan, namun Seul Ri lebih dewasa dibanding Gyu Ri.
            “Tae Min meneloponku, katanya hari ini Gyu Ri pulang. Apa dia belum datang?” Tanya Seul Ri sambil masuk ke dalam rumah.
            “Iya. Aku kira, kau tadi Gyu Ri.” Jawab ibu.
            “Oh, jadi karena itu. Pantas Bibi terlihat kecewa melihatku. Aku pikir Bibi tidak suka aku datang.” Balas Seul Ri.
            “Bukan begitu,” balas Gyu Won. “Eh, apa yang kau bawa?” tanyanya pada Seul Ri.
            “Oh, aku bawakan beberapa makanan kecil.  Waktu perjalanan kemari, aku mampir di sebuah toko makanan.” Kata Seul Ri
            “Wah, kenapa kau repot-repot?” kata ayah.
            “Aku tidak repot Paman,” Balas Seul Ri. “Kalau begitu, aku akan membawanya ke dapur,” lanjutnya.
          Terdengar suara mobil datang. Kali ini ibu tidak seantusias tadi. “Gyu Won, lihat siapa yang datang!” perintah ibu. Tanpa berkomentar, Gyu Won pergi ke luar. Kemudian dia masuk lagi.
            “Siapa yang datang?” Tanya ayah.
          Sebelum Gyu Won menjawab, seorang perempuan masuk ke dalam rumah diikuti oleh seorang pria.
            “Aku pulaaangg.” Kata perempuan itu sedikit berteriak.
          Ayah dan Ibu langsung menoleh ke arah datangnya suara.
            “Gyu Ri-ah!” kata ibu. Seketika itu ibu langsung memeluk putri kesayangannya. “Ibu rindu sekali padamu, Gyu Ri.” Kata ibu
            “Aku juga rindu padamu, Bu.” Balas Gyu Ri sambil melepaskan pelukan ibunya. Kemudian ia memeluk ayahnya. “Ayah,” katanya.
            “Akhirnya kau pulang, putriku.” Balas ayah.
          Gyu Ri melepaskan pelukannya dari ayah. Kemudian ia menoleh pada Gyu Won. “Kaakakk!” katanya. Ia mencoba memeluk Gyu Won, tapi Gyu Won menghindar. Gyu Ri menjadi sedikit kesal. “Apa kau tidak rindu padaku?” tanyanya.
            “Untuk apa aku rindu padamu.” Balas Gyu Won. Ibu yang berada di sebelah, tiba-tiba memukul kepala putranya. “Ibu, kenapa kau memukulku?” protes Gyu Won tidak terima.
            “Karena kau sudah membuat putri kesayanganku kesal.” Balas Gyu Ri, seolah-olah menjadi ibu.
          Tae Min hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya.
          Tiba-tiba Seul Ri datang dari arah dapur dan menyapa Gyu Ri. “Bagaimana kabar sepupuku yang cantik ini?” katanya.
            “Kak Seul Ri?” balas Gyu Ri yang kaget melihat kedatangan Seul Ri yang tiba-tiba.
            “Kau selalu memanggilku kak! Padahal kita kan hanya beda dua bulan.” Balas Seul Ri.
            “Aku memanggilmu kak, karena aku menghormatimu.” Kata Gyu Ri sambil merangkul pundak Seul Ri.
            “Kau ini.” Balas Seul Ri.
          Gyu Ri membalas dengan senyuman indah. Lalu dia bertanya, “Tapi, dari mana kau tahu kalau aku pulang hari ini?”
            “Tae Min yang meneleponku,” Jawab Seul Ri.
            “Kenapa kau member tahunya. Padahal aku ingin memberinya kejutan.” Protesnya pada Tae Min dengan kesal.
          Tae Min menjawab, “Maafkan aku. Aku pikir tidak ada yang perlu dirahasiakan.”
          Melihat banyaknya barang-barang yang dibawa adiknya, Gyu Won menjadi heran. “Semua itu, barang-barangmu? “ tanyanya pada Gyu Ri.
          Gyu Ri mengangguk.
            “Sebanyak ini?” Tanya Gyu Won tidak percaya.
            “Ini tidak banyak, kak.” Jawab Gyu Ri dengan santai.
            “Memangnya apa saja isinya?” Tanya ayah.
            “Ada baju, celana, alat make-up. Emm, apa lagi yaa.” Balas Gyu Ri.
            “Ternyata, kelainanmu masih belum hilang?” kata Gyu Won kesal.
            “Kelainan? Apa maksudmu, Kak?” balas Gyu Ri tidak terima.
            “Membeli barang-barang yang tidak berguna dengan harga yang mahal?” balas Gyu Won.
            “Tidak berguna? Ini semua berguna tau. Lagi pula, ini tidak mahal.” Balas Gyu Ri.
            “Gyu Ri juga membelikan oleh-oleh untuk Kakak dan semuanya.” Kata Tae Min seolah membela kekasihnya.
            “Aku tidak peduli. Kau memang ahli menghabiskan uang!” balas Gyu Won yang sangat marah.
          Gyu Ri tampak sangat kesal dengan sikap kakaknya.
            “Sudah sudah! Sekarang bukan saatnya untuk berdebat.” Kata ayah melerai kedua anaknya.
          Ibu juga tidak mau kalah. “Gyu Won, adikmu kan baru saja datang dari perjalanan yang melelahkan. Kenapa kau semakin membuatnya kesal?” katanya.
            “Inilah hasilnya, kalau kalian selalu memanjakan dia.” Balas Gyu Won.
          Semua orang terdiam beberapa saat. Kemudian ibu berkata, “Emm, pasti kalian semua lapar kan? Ayo kita ke ruang makan. Gyu Ri, ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.”
            “Benarkah?” balas Gyu Ri sambil tersenyum dan menerima ajakan ibu.
¨¨¨¨¨¨¨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar