ini adalah lanjutan dari 'second story'.
“Aduh,
kenapa Tae Min lama sekali?” kata ibu cemas sambil melihat jam dinding.
“Sudahlah Bu. Ibu jangan
berlebihan.” Balas Gyu Won.
Kali ini ayah mencoba menenangkan ibu.
“Istriku, tenanglah. Jarak bandara dengan rumah kita kan memang agak jauh. Jadi
jelas saja perjalanan mereka cukup lama.”
Lima menit kemudian, bel rumah
berbunyi. Dengan antusias ibu berlari ke luar untuk membuka pintu. “Itu pasti
Gyu Ri,” katanya.
Setelah membuka pintu, ibu tampak
kecewa. “Huh, aku pikir Gyu Ri yang datang. Ternyata kau,” kata ibu dengan nada
kecewa.
“Kenapa Bi? Apa Bibi tidak suka aku
datang?” kata seorang gadis yang berdiri di luar pintu.
Tiba-tiba Gyu Won berdiri di samping
ibu. “Oh, ternyata kau Seul Ri. Masuklah!” kata Gyu Won.
Min Seul Ri adalah sepupuku Gyu Ri.
Ayah Seul Ri adalah adik dari ibu Gyu Ri. Semasa kecil, Seul Ri dan Gyu Ri
sangat akrab. Mereka lahir di tahun yang sama, tapi di bulan yang berbeda. Seul
Ri lahir terlebih dahulu, dua bulan kemudian ibu Gyu Ri melahirkan. Meskipun
hanya selisih dua bulan, namun Seul Ri lebih dewasa dibanding Gyu Ri.
“Tae Min meneloponku, katanya hari
ini Gyu Ri pulang. Apa dia belum datang?” Tanya Seul Ri sambil masuk ke dalam
rumah.
“Iya. Aku kira, kau tadi Gyu Ri.”
Jawab ibu.
“Oh, jadi karena itu. Pantas Bibi
terlihat kecewa melihatku. Aku pikir Bibi tidak suka aku datang.” Balas Seul
Ri.
“Bukan begitu,” balas Gyu Won. “Eh,
apa yang kau bawa?” tanyanya pada Seul Ri.
“Oh, aku bawakan beberapa makanan
kecil. Waktu perjalanan kemari, aku
mampir di sebuah toko makanan.” Kata Seul Ri
“Wah, kenapa kau repot-repot?” kata
ayah.
“Aku tidak repot Paman,” Balas Seul
Ri. “Kalau begitu, aku akan membawanya ke dapur,” lanjutnya.
Terdengar suara mobil datang. Kali ini
ibu tidak seantusias tadi. “Gyu Won, lihat siapa yang datang!” perintah ibu.
Tanpa berkomentar, Gyu Won pergi ke luar. Kemudian dia masuk lagi.
“Siapa yang datang?” Tanya ayah.
Sebelum Gyu Won menjawab, seorang
perempuan masuk ke dalam rumah diikuti oleh seorang pria.
“Aku pulaaangg.” Kata perempuan itu
sedikit berteriak.
Ayah dan Ibu langsung menoleh ke arah
datangnya suara.
“Gyu Ri-ah!” kata ibu. Seketika itu
ibu langsung memeluk putri kesayangannya. “Ibu rindu sekali padamu, Gyu Ri.”
Kata ibu
“Aku juga rindu padamu, Bu.” Balas
Gyu Ri sambil melepaskan pelukan ibunya. Kemudian ia memeluk ayahnya. “Ayah,”
katanya.
“Akhirnya kau pulang, putriku.”
Balas ayah.
Gyu Ri melepaskan pelukannya dari
ayah. Kemudian ia menoleh pada Gyu Won. “Kaakakk!” katanya. Ia mencoba memeluk
Gyu Won, tapi Gyu Won menghindar. Gyu Ri menjadi sedikit kesal. “Apa kau tidak
rindu padaku?” tanyanya.
“Untuk apa aku rindu padamu.” Balas
Gyu Won. Ibu yang berada di sebelah, tiba-tiba memukul kepala putranya. “Ibu,
kenapa kau memukulku?” protes Gyu Won tidak terima.
“Karena kau sudah membuat putri
kesayanganku kesal.” Balas Gyu Ri, seolah-olah menjadi ibu.
Tae Min hanya tersenyum melihat
tingkah kekasihnya.
Tiba-tiba Seul Ri datang dari arah
dapur dan menyapa Gyu Ri. “Bagaimana kabar sepupuku yang cantik ini?” katanya.
“Kak Seul Ri?” balas Gyu Ri yang
kaget melihat kedatangan Seul Ri yang tiba-tiba.
“Kau selalu memanggilku kak! Padahal
kita kan hanya beda dua bulan.” Balas Seul Ri.
“Aku memanggilmu kak, karena aku
menghormatimu.” Kata Gyu Ri sambil merangkul pundak Seul Ri.
“Kau ini.” Balas Seul Ri.
Gyu Ri membalas dengan senyuman indah.
Lalu dia bertanya, “Tapi, dari mana kau tahu kalau aku pulang hari ini?”
“Tae Min yang meneleponku,” Jawab
Seul Ri.
“Kenapa kau member tahunya. Padahal
aku ingin memberinya kejutan.” Protesnya pada Tae Min dengan kesal.
Tae Min menjawab, “Maafkan aku. Aku pikir
tidak ada yang perlu dirahasiakan.”
Melihat banyaknya barang-barang yang
dibawa adiknya, Gyu Won menjadi heran. “Semua itu, barang-barangmu? “ tanyanya
pada Gyu Ri.
Gyu Ri mengangguk.
“Sebanyak ini?” Tanya Gyu Won tidak
percaya.
“Ini tidak banyak, kak.” Jawab Gyu
Ri dengan santai.
“Memangnya apa saja isinya?” Tanya
ayah.
“Ada baju, celana, alat make-up.
Emm, apa lagi yaa.” Balas Gyu Ri.
“Ternyata, kelainanmu masih belum
hilang?” kata Gyu Won kesal.
“Kelainan? Apa maksudmu, Kak?” balas
Gyu Ri tidak terima.
“Membeli barang-barang yang tidak
berguna dengan harga yang mahal?” balas Gyu Won.
“Tidak berguna? Ini semua berguna
tau. Lagi pula, ini tidak mahal.” Balas Gyu Ri.
“Gyu Ri juga membelikan oleh-oleh
untuk Kakak dan semuanya.” Kata Tae Min seolah membela kekasihnya.
“Aku tidak peduli. Kau memang ahli
menghabiskan uang!” balas Gyu Won yang sangat marah.
Gyu Ri tampak sangat kesal dengan
sikap kakaknya.
“Sudah sudah! Sekarang bukan saatnya
untuk berdebat.” Kata ayah melerai kedua anaknya.
Ibu juga tidak mau kalah. “Gyu Won,
adikmu kan baru saja datang dari perjalanan yang melelahkan. Kenapa kau semakin
membuatnya kesal?” katanya.
“Inilah hasilnya, kalau kalian
selalu memanjakan dia.” Balas Gyu Won.
Semua orang terdiam beberapa saat.
Kemudian ibu berkata, “Emm, pasti kalian semua lapar kan? Ayo kita ke ruang makan.
Gyu Ri, ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.”
“Benarkah?” balas Gyu Ri sambil
tersenyum dan menerima ajakan ibu.
¨¨¨¨¨¨¨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar